PENGGUNAAN PERMAINAN PIANIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS SISWA CEREBRAL PLASY KELAS IV DI SLB YPAC MAKASSAR

Authors

  • Rahmat Muliadi UNVERSITAS NEGERI MAKASSAR,FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
  • Tatiana Meidina Universitas Negeri Makassar
  • Triyanto Pristiwaluyo Universitas Negeri Makassar

Keywords:

motorik halus, pianika, cerebral palsy

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang kemampuan motorik halus siswa cerebral palsy. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah kemampuan motorik halus siswa melalui penggunaan permainan pianika pada siswa cerebral palsy kelas IV? . Tujuan penelitiaan ini untuk mengetahui  : 1) kemampuan motorik halus siswa cerebral palsy kelas IV pada kondisi Baseline 1/A1. 2) Kmampuan motorik halus siswa cerebral palsy kelas IV selama diberikan intervensi melalui permainan pianika. 3) Kemampuan motorik halus siswa cerebral palsy kelas IV setelah diberikan intervensi (Baseline 2/A2). 4) Kemampuan motorik halus siswa cerebral palsy kelas IV berdasarkan hasil analisis antar kondisi Baseline 1/A1, Intervensi (B), dan Baseline 2/A2. Penelitissn ini menggunakan metode eksperimen dengaan subjek tunggal (single subject research/SSR) dengan desain A-B-A. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan  : 1) kemampuan motorik halus subjek AN sebelum diberikan perlakuan sangat kurang berdasarkan pada kondisi  baseline 1 (A1), 2) kemampuan motorik halus subjek AN selama diberikan perlakuan meningkat ke kategori baik dilihat dari analisis dalam kondisi Intervensi (B), 3) kemampuan motorik halus subjek AN ssetelah diberikan perlakuan meningkat ke kategori baik dapat dilihat dari kondisi baseline 2 (A2). 4) peningkatan kemampuan motorik halus subjek AN berdasarkan hasil analisi antar kondisi yaitu pada kondisi sebelum diberikan perlakuan kemampuan siswa kurang sekali, meningkat ke kategori cukup selama diberikan perlakuan, dan dari kategori cukup pada kondisi selama diberikan perlakuan kembali meningkat ke kategori baik setelah diberi perlakuan, akan tetapi nilai yang diperoleh subjek AN lebih tinggi dibandingkan sebelum diberi perlakuan. Dengan demikian kemampuan motorik halus siswa setelah diberikan Intervensi tetap meningkat karena adanya pengaruh dari pemberian Intervensi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Riani, Usman, D. S. (2021). Penerapan Bermain Slime Pada Murid Cerebral Palsy Tipe Spastik Kelas Ii Di Slb Negeri 1 Makassar. Pinisi Journal of Education, 1(3), 1–20.

Saputri, E. S. N. (2021). Aplikasi Finger Painting Terhadap Perkembangan Motorik Halus Pada An. M Usia Prasekolah Di Desa Karang Tengah Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur. Jurnal Lentera, 4(1), 28–35. https://doi.org/10.37150/jl.v4i1.1398

Setyaningsih, T. S. A., & Wahyuni, H. (2021). Alat Permainan Edukatif Lego Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Prasekolah. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 10(2), 115. https://doi.org/10.31596/jcu.v10i2.757

Atmojo, S. E. (2013). Penerapaan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Dalam Peningkatan Hasil Belajar Pengelolaan Lingkungan. Jurnal Kependidikan Penelitian Inovasi Pembelajaran, 43(2). 134-143. https://doi.org/10.21831/jk.v43i2.1968

Utami, S. A., & Nurgiyantoro, B. (2016). Kualitas Soal Dan Daya Serap Tes Pendalaman Materi Un Bahasa Indonesia Smp Di Gunungkidul. Diksi, 24(1), 52–62. https://doi.org/10.21831/diksi.v24i1.11499

Yuniati, E. (2020). Studi Komparatif Penggunaan Alat Permainan Edukatif Jenis Sandplay Dan Puzzle Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Prasekolah. Jurnal Keperawatan Galuh, 2(2), 65. https://doi.org/10.25157/jkg.v2i2.4082

Downloads

Published

31-05-2024

Issue

Section

Articles

How to Cite

PENGGUNAAN PERMAINAN PIANIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS SISWA CEREBRAL PLASY KELAS IV DI SLB YPAC MAKASSAR. (2024). Jurnal Metafora Pendidikan (JMP), 2(2), 33-45. https://journal.arthamaramedia.co.id/metafora/article/view/151