Pengelolaan Pusat Sumber Daya Belajar Museum Balla Lompoa
DOI:
https://doi.org/10.70217/jiptek.v3i1.294Keywords:
museum balla lompoa, pengelolaan pusat sumber belajarAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai sejarah dan budaya yang terkandung dalam koleksi museum, mengidentifikasi potensi pengembangan sebagai pusat edukasi dan destinasi wisata, serta menganalisis tantangan yang dihadapi dalam pelestarian dan pengelolaan museum. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun museum memiliki potensi besar, pengelolaannya masih membutuhkan peningkatan, terutama dalam hal fasilitas dan program edukasi interaktif. Penelitian ini menyarankan perlunya revitalisasi fasilitas, peningkatan promosi, dan penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan pengalaman pengunjung, serta melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan museum. Dengan langkah-langkah tersebut, Museum Balla Lompoa dapat berfungsi sebagai pusat pelestarian budaya dan edukasi yang berkelanjutan, sekaligus berkontribusi pada perekonomian lokal melalui pariwisata berbasis budaya.
Downloads
References
Badan Pengelola Museum Balla Lompoa. (2020). Panduan Museum Balla Lompoa. Gowa: Pemerintah Kabupaten Gowa.
Hamid, A. K. (2018). Pelestarian Warisan Budaya Lokal di Sulawesi Selatan. Jurnal Budaya dan Pariwisata, 15(2), 45-57.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Digitalisasi Museum di Indonesia: Tantangan dan Peluang. Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman.
Marzuki, M. (2019). Arsitektur Tradisional Makassar: Kajian pada Rumah Adat. Makassar: Universitas Hasanuddin Press.
Pemerintah Kabupaten Gowa. (2021). Laporan Tahunan Pengelolaan Museum Balla Lompoa. Gowa: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Rachman, A. F. (2020). Pemanfaatan Teknologi dalam Peningkatan Daya Tarik Museum. Jurnal Ilmu Informasi dan Kebudayaan, 12(3), 89-102.
Ramadhan, I. (2018). Museum sebagai Wadah Pembelajaran: Studi Kasus Museum Kota Makassar. Jurnal Pendidikan Nonformal, 8(1), 34-42.
Raodah, R. (2012). Balla Lompoa di Gowa (Kajian Arsitektur Tradisional Makassar). Patanjala, 4(3), 378-390.
Renold, S., & Setiawan, A. (2023). Tantangan dalam Pengelolaan Museum di Era Digital. Jurnal Manajemen Kebudayaan, 9(3), 112-120.
Setyawan, A. (2016). Manajemen Pengelolaan Museum untuk Generasi Muda. Yogyakarta: Pustaka Media Nusantara.
Sudirman, S. (2018). Peran Museum dalam Pendidikan dan Pariwisata Budaya. Jurnal Pendidikan Sejarah dan Budaya, 10(1), 23-35.





