Pendidikan Kritis, Kurikulum isu, Literasi Sosial, Pembelajaran Kontekstual, Partisipasi Siswa
DOI:
https://doi.org/10.70217/jiptek.v3i2.279Keywords:
pendidikan kritis, kurikulum isu, literasi sosial, pembelajaran kontekstual, partisipasi siswaAbstract
Pendidikan kritis melalui kurikulum berbasis isu merupakan pendekatan inovatif yang mendorong siswa untuk tidak hanya memahami materi pelajaran secara akademik, tetapi juga membentuk kesadaran sosial terhadap realitas yang dihadapi masyarakat. Kurikulum ini mengintegrasikan isu-isu kontemporer seperti perubahan iklim, ketimpangan sosial, dan dinamika politik ke dalam pembelajaran di kelas secara kontekstual dan interdisipliner. Pendekatan ini diyakini dapat meningkatkan literasi sosial siswa, yakni kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan merespons masalah sosial secara kritis. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pendidikan kritis dalam mendorong literasi sosial melalui penerapan kurikulum berbasis isu. Dengan meninjau praktik-praktik terbaik di sekolah, tantangan implementasi, serta relevansi dengan kebijakan Kurikulum Merdeka, artikel ini memberikan rekomendasi bagi pendidik dan pembuat kebijakan untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih transformatif. Diperlukan penguatan kompetensi guru, penyediaan sumber belajar kontekstual, serta reformasi sistem evaluasi agar pendekatan ini dapat diterapkan secara optimal di lingkungan sekolah Indonesia.
Downloads
References
Aini, N., & Hidayat, R. (2023). Pendidikan sebagai alat transformasi sosial dalam kurikulum berbasis isu. Jurnal Pendidikan Kritis, 15(1), 45-59.
Arifin, M. (2022). Literasi sosial siswa terhadap isu-isu aktual. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 10(2), 123-134.
Fauzan, A., & Rahman, M. (2022). Pengembangan keterampilan berpikir kritis dalam pendidikan (hlm. 45–50). Jakarta: Pustaka Edukasi.
Fadillah, R. (2021). Issue-based curriculum dalam pembelajaran abad 21. Jurnal Kurikulum dan Pembelajaran, 14(3), 210-222.
Freire, P. (2021). Pendidikan Kaum Tertindas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Handayani, R. (2020). Kolaborasi pendidikan dan pemberdayaan masyarakat (hlm. 112–118). Yogyakarta: Penerbit Mandiri.
Huda, M. (2021). Meningkatkan partisipasi siswa melalui pembelajaran berbasis isu. Jurnal Pendidikan Progresif, 11(2), 167-178.
Kemendikbudristek. (2022). Profil Pelajar Pancasila dan Implementasi Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kusnadi, E. (2024). Kompetensi guru dalam pendidikan kritis. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 26(1), 88-97.
Mansur, A. (2020). Pembelajaran berbasis hafalan dan dampaknya terhadap daya pikir kritis siswa. Jurnal Pendidikan Dasar, 8(1), 23-35.
Nugroho, S. (2021). Pendidikan literasi sosial di era digital (hlm. 23–29). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nugroho, T., & Sari, D. (2023). Pendidikan kritis: Antara teori dan praktik di kelas. Jurnal Pendidikan Humanis, 9(1), 55-67.
Rahmah, N. (2022). Proyek sosial sebagai media pembelajaran kontekstual (hlm. 75–81). Surabaya: Graha Ilmu.
Rahmah, S. (2022). Proyek sosial sebagai media pembelajaran kontekstual. Jurnal Inovasi Pendidikan, 17(2), 134-145.
Sari, D., & Hartono, B. (2022). Pelatihan guru untuk pendidikan abad 21 (hlm. 33–38). Jakarta: Erlangga.
Setiawan, H. (2023). Manajemen pendidikan berbasis konteks lokal (hlm. 90–95). Malang: Universitas Negeri Malang Press.
Siregar, R., & Lestari, M. (2023). Isu-isu global dalam kurikulum sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Global, 6(2), 101-115.
Westheimer, J., & Kahne, J. (2020). What Kind of Citizen? Educating Our Children for the Common Good. New York: Teachers College Press.
Widodo, A. (2021). Kolaborasi kurikulum dengan masyarakat sipil. Jurnal Pendidikan Terapan, 12(3), 200–212.
Widodo, A. (2021). Kolaborasi kurikulum dengan masyarakat sipil. Jurnal Pendidikan Terapan, 12(3), 200-212.
Yulianti, D. (2022). Tantangan pendidikan abad 21 dan kurikulum kontekstual. Jurnal Pendidikan Masa Depan, 18(1), 56-70.





