PERANAN ORANGTUA DALAM MENGEMBANGKAN BINA DIRI CUCI TANGAN ANAK AUTIS DI SLB NEGERI 1 GOWA
DOI:
https://doi.org/10.70217/jmp.v3i1.262Keywords:
peranan orangtua, bina diri, cuci tangan, autisAbstract
Masalah dalam penelitian ini adalah 1) bagaimanakah bentuk peranan orangtua dalam mengembangkan kemampuan bina diri cuci tangan anak autis, 2) bagaimanakah pemahaman orangtua terkait peran yang dimilikinya dalam mengembangkan kemampuan bina diri cuci tangan anak autis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) deskripsi bentuk peranan orangtua dalam mengembangkan kemampuan bina diri cuci tangan anak autis, 2) deskripsi pemahaman orangtua dalam mengembangkan kemampuan bina diri cuci tangan anak autis. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatakan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian berinisial H yang merupakan anak autis kelas III di SLB Negeri 1 Gowa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini adalah analisis deskriptif secara kualitatif yaitu dengan cara mengelolah data setelah diperoleh hasil penelitian, sehingga dapat ditarik kesimpulan berdasrkan data yang faktual dan akurat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: 1) Pemahaman orangtua terkait dengan peran mereka dalam mengembangkan kemampuan bina diri anak autis sangat penting, orangtua harus memahami anak autis dengan baik, 2) Orangtua tidak cukup hanya dengan mengetahui bahwa anaknya autis, tetapi juga memahami kebutuhan yang dimiliki oleh anak serta bagaimana memenuhi kebutuhan tersebut. Selain itu, orang tua perlu memahami kelebihan dan kekurangan anak autis sehingga potensi anak dapat dikembangkan secara maksimal.
Downloads
References
Afriyanti, A. (2016). Studi kasus pola asuh orang tua dalam mengembangkan kemandirian bina diri anak cerebral palsy tipe spastik di SLB Rela Bhakti 1 Gamping Sleman Yogyakarta. Jurnal Widia Ortodidaktika, 5(7), 1–10.
Anurogo, D. (2016). The art of medicine: Seni mendeteksi, mengobati, dan menyembuhkan 88 penyakit dan gangguan kesehatan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Biran, M. I., & Nurhastuti. (2018). Peran orang tua dalam tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus (autisme). Jurnal Pendidikan, 1(2), 1–10. https://www.researchgate.net/publication/367257656_Peran_Orang_Tua_Dalam_Tumbuh_Kembang_Anak_Berkebutuhan_Khusus_Autisme
Dodo Sudrajat, & Lilis Rosida. (2013). Pendidikan bina diri bagi anak berkebutuhan khusus. Jakarta: PT Luxima Metromedia.
Huzaemah. (2010). Kenali autisme sejak dini. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor.
Kidd, S. L. (2013). Anakku autis, aku harus bagaimana? Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.
Koswara, D. (2013). Pendidikan anak berkebutuhan khusus autis. Jakarta: Luxima Metro Media.
Lestari, S. (2012). Psikologi keluarga. Jakarta: Kencana.
Maharani, A. (2018). Program daily living skill pada peserta didik autis di SDLB Harapan Bunda Surabaya. Jurnal Pendidikan Khusus, 1(1), 1–10. https://123dok.com/document/zwrpo3gy-program-daily-living-skill-peserta-didik-harapan-surabaya.html
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Analisis data kualitatif. Jakarta: UI Press. https://www.researchgate.net/publication/331094976_ANALISIS_DATA_KUALITATIF
Mulyadi, K., & Sutadi, R. (2014). Autism is curable. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Mulyati, S. (2019). Penanganan anak autis. Semarang: Mutiara Aksara.
Nurfadhillah, S. (2023). Pendidikan inklusi. Sukabumi: CV Jejak.
Prastyo, E. K. (2021). Peran orang tua dalam penggunaan metode self building at home anak tunagrahita pada pembelajaran ADL (activity daily living) SDLB YPAC Jember (Skripsi). Institut Agama Islam Jember.
Qurniasasi, D. (2010). Keterlibatan orang tua dalam melatih kemandirian anak. Diakses dari http://momykidy.multiply.com/journal/item/9
Rieskiana, F. (2021). Peran sekolah inklusi terhadap tumbuh kembang anak autisme. JEA (Jurnal Edukasi AUD), 7(2), 61–71. https://doi.org/10.18592/jea.v7i2.462
Singgih Ardiynto. (2014). Meningkatkan kemampuan bina diri melalui analisis tugas pada anak tunagrahita sedang kelas 1 di SLB Limas Padang. Jurnal Ilmiah Pendidikan Khusus, 3(1), 1–10.
Siti Maemunawati, & Muhammad Alif. (2020). Peran guru, orang tua, metode, dan media pembelajaran: Strategi KBM di masa pandemi Covid-19. Banten: Media Karya Serang.
Sudarsini. (2017). Bina diri bina gerak. Malang: Gunung Samudra.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian kualitatif. Jakarta: Alfabeta.
Susumaningrum, L. A., dkk. (2019). Hubungan parenting self-efficacy dengan kemampuan melakukan activity daily living (ADL) pada anak autis di SLB-B & Autis TPA Jember. Jurnal Pendidikan Inklusi, 2(2), 1–10. https://www.researchgate.net/publication/336622802_HUBUNGAN_PARENTING_SELF-EFFICACY_DENGAN_KEMAMPUAN_MELAKUKAN_ACTIVITY_DAILY_LIVING_ADL_PADA_ANAK_AUTIS_DI_SLB-B_AUTIS_TPA_JEMBER
Thaibah, H., Dewi, A. V., Rayani, E., & Fitriani, I. (2020). Pola asuh orang tua dalam mengembangkan kemandirian anak autis. Diakses dari https://www.researchgate.net/publication/345212397
Weni Savitry S. Pandia, dkk. (2022). Menilik lebih dalam pendidikan anak usia dini. Depok: PT Kanisius.
Windasari, D. (2015). Penggunaan media kartu bergambar dalam meningkatkan kemampuan pengucapan kosakata activity daily living pada peserta didik dengan autisme. Jurnal Pendidikan Khusus, 1(2), 1–10. http://repository.unj.ac.id/28520
Yusuf, A., R. F. PK, & H. Endang. (2015). Buku ajar keperawatan kesehatan jiwa. Jakarta: Salemba Medika.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Chelin Marcelina, Bastiana, Mustafa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.






